keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Kesulitan Pendidikan Jenjang Pasca Sarjana
Pendidikan

Kesulitan Pendidikan Jenjang Pasca Sarjana

pasca-sarjana

Kesulitan Pendidikan Jenjang Pasca Sarjana

Savoring.net – Haus akan pendidikan seharusnya menjadi sebuah sikap diri bagi warga negara Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang berkarakter dan punya kualitas masyarakat yang terbaik dengan pendidikannya.  Janji undang – undang tentang pendidikan rasanya menjadi angin segar agar setiap masyarakat Indonesia mengenyam pendidikan yang layak bersama sistem yang telah disediakan dan diatur oleh negara.

SD, SMP, SMA, kuliah bahkan ada juga yang jenjang pasca sarjana. Semua itu rasanya menjadi hak bagi warga negara Indonesia untuk menempuh dan merasakan nikmatnya jenjang pendidikan bahkan sampai pasca sarjana. Hanya saja masalahnya yang terjadi di lapangan, untuk naik tingkat itu sulit. SD naik ke SMP, SMP ke SMA, SMA ke kuliah bahkan kuliah ke program pasca sarjana sangat rumit dengan banyaknya prosedur dan syarat yang harus dilalui. Ini sebenarnya yang menjadi pekerjaan rumah bagi elemen pendidikan Indonesia untuk tidak memberatkan persyaratan mengenyam pendidikan termasuk pada program pendidikan pasca sarjana. Bagi mereka yang merasakan kesulitan program pendidikan pasca sarjana, berikut beberapa kesulitan yang sering dilalui di http://www.bahasainggrisoke.com/pengertian-rumus-dan-contoh-kalimat-simple-present-tense-terlengkap/

Kesulitan Pendidikan Jenjang Pasca Sarjana

Pendidikan jenjang pasca sarjana memang sekarang ini sudah ada banyak di Indonesia. Hanya saja biaya yang menjadi kendala. Ada beberapa jenjang pendidikan pasca sarjana yang menaikkan SPP bahkan dari tahun ke tahun. Hal ini tentu memberikan beban yang sangat besar bagi mahasiswa yang turut serta mengenyam pendidikan disana.

Bahkan ada jenjang pendidikan pasca sarjana yang awalnya berupa institut dan kemudian beralih menjadi universitas dan berulah menaikkan SPP tiap tahunnya. Kenaikan yang terjadi bukan hanya 2 atau 3% bahkan 50 sampai dengan 100%. Lho, lantas bagaimana dengan kelangsungan pendidikan program pasca sarjana yang dilakukan?

Salah satu contohnya di tahun 2014 silam jenjang pasca sarjana masih 2,5 juta dan kemudian di tahun 2015 bahkan sudah mencapai 5 juta. Seperti inikah wajah pendidikan yang bermutu dan pro mahasiswa di Indonesia? Ini tentu sangat memberatkan utamanya jika seorang mahasiswa yang ingin menempuh jenjang pasca sarjana dan tidak mendapatkan beasiswa kemudian beban yang sebegitu besarnya harus mereka tanggung bahkan persemesternya.

Bagaimana jika seorang mahasiswa tersebut hanya merupakan seorang biasa yang tidak punya penghasilan tetap? Bahkan bagaimana kalau penghasilan sebulan hanya 1 juta rupiah? Apakah memenuhi beban semester yang sebegitu besarnya? Bayangkan saja. Jika satu semesternya 5 juta berarti satu bulannya harus menabung 800 ribu rupiah lebih. Belum buku, transportasi, kos, biaya makan dan sebagainya. Apakah cukup dengan penghasilan satu juta kemudian digunakan tabungan pendidikan 800 ribu dan hanya hidup bersama uang 200 ribu saja sebulan? Tentu sangat memberatkan. Belum lagi dengan biaya pendidikan yang besar tersebut kualitas pendidikan masih begitu – begitu saja. Tentu akan sangat tidak sebanding dengan pengorbanan mahasiswa.

Jadi, tunggu apalagi Indonesia? Mari kita berpikir dan fokus pada pengembangan mahasiswa bagaimana cara agar sistem pendidikan tidak terlalu memberatkan. Semoga informasi diatas tentang Kesulitan Pendidikan Jenjang Pasca Sarjana bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya tentang pendidikan :