keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Komitmen Sekolah Menerapkan Kantin Sehat
Pendidikan

Komitmen Sekolah Menerapkan Kantin Sehat

Savoring.net – Anak sekolah paling suka jajan. Namun seringkali peluang ini disalahgunakan oleh pedagang makanan dan minuman di sekolah dengan menjajakan makanan dan minuman berbahaya bagi kesehatan.

Komitmen Sekolah Menerapkan Kantin Sehat

Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya tanpa diketahui masyarakat sering digunakan ke dalam jajanan. Apalagi banyak sekolah yang belum memiliki kantin sehat.

Formalin, bahan yang sering digunakan sebagai pengawet jenazah ini sering digunakan sebagai campuran pembuat mie atau tahu. Boraks juga ditambahkan untuk membuat makanan tahan lama dengan tekstur yang bagus. Biasanya terdapat dalam bakso atau siomai. Pewarna tekstil juga sering dicampur ke dalam bahan makanan dan minuman karena warnanya mencolok.

Di SMPN 181 Karet Tengsin, Jakarta saat ini sudah mulai berkomitmen menerapkan kantin sehat kepada seluruh siswanya. Pihak sekolah merenovasi kantin agar lebih baik dari segi bangunan dan kebersihannya. Selain itu, kantin sehat menjadi tonggak bagi kesehatan siswa.

“Tentu kantin menjadi sumber bahan pangan bagi siswa saat jam istirahat. Karena itu kami sudah mulai membenahi kantin, kami buat bangunan menjadi lebih baru. Koordinasi dengan para pedagang,” kata Kepala Sekolah SMPN 181 Hendra Sukmana, Sabtu (25/3).

Hendra menjelaskan pihaknya juga melarang pedagang menggunakan styrofoam sebagai pembungkus makanan. Jenis plastik ini terbuat dari polisterin dan gas yang tak aman bagi kesehatan.

“Dengan syarat-syarat penggunaan bahan-bahan tempat makan itu enggak boleh dipakai lagi. Kalau jenis plastik lainnya misalnya masih bisa toleransi,” tegas Hendra.

Pihaknya bersama dengan Dinas Kesehatan dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) http://www.pelajaransekolahonline.com/2017/08/rumus-skala-peta-dan-cara-menghitung-skala-pada-peta.html rutin sosialisasi kepada para pedagang terkait kandungan bahan pangan aman dan berbahaya. Apalagi, kata dia, sebelumnya sempat beredar isu permen yang diduga mengandung narkoba dan bahan makanan lainnya yang dikhawatirkan merusak generasi bangsa.

“Kami perketat para pedagang misalnya saos dan sambal juga jangan menggunakan yang sembarangan. Lalu ada permen-permen yang berbahaya misalnya, itu selalu kami awasi,” kata Hendra.

Semoga informasi diatas tentang Komitmen Sekolah Menerapkan Kantin Sehat  bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya tentang pendidikan :