keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Unsur Seni Lukis
Pendidikan

Unsur Seni Lukis

savoring.net – Seni lukis merupakan salah satu seni yang banyak digemari oleh semua orang baik anak – anak maupun dewasa. Seni dapat membantu jaringan otak untuk berkembang tarutama bagi anak – anak yang masih dalam tahap perkembangan. Karena seni dapat mengembangkan kreatifitas dan daya imajinasi sehingga banyak oarng yang menganggap bahwa seni sangat menyenangkan.

Seni lukis terbagi menjadi berbagai macam jenis dan salah satunya adalah seni rupa murni. Unsur – nsur yang terdapat pada seni lukis akni:

unsur-seni-lukis

– Unsur Visual

Unsur vsual mrupakan unsur yang terdapat paa seni lukis yang mengandung material visual yang dapat kita lihat atau dapat dibuat sendiir sesuai dengan keinginan. Unsur ini dibagi menjadi beberapa unsur, yakni:

1. Point atau titik
Titik ialah teknik yang paling mendasar dan paling lemas dalam melukis. Unsur ini merupakan elemen paling utama dan paling dasar. Hampir di setiap lukisan dimulai dengan titik. Ada beberapa lukisanyang menjadikan titik sebagai bahan utama sampai terbentuknya sebuah gambar yang akan terlihat.

2. Line atau Garis
Garis merupakan elemen dasar setelah titik. garis dapat dibentuk dari dua titik yang berjauhan dan sisipkan atau diberi ganbar diantaranya. Selain itu garis juga sering difungsikan sebagai batas antara beberapa bentuk ataujenis gambar. garis dibagi menjadi garis ilmiah da buatan. garis ilmiah terdapat pada objek yang memang ada atau realita misalnya pegunungan dan pantai atau batas langit dengan laut. garis buatan merupakan garis yang sengaja dibuat, contohnya kontur wajah atau bentuk rumah.

3.Field atau Bidang
Pada unsur ini tidak hanya menggabngkan antara titik yang hanya membentuk gambar dua dimensi, akan tetapi unsur ini sudah menggunakan lebih dari dua sisi dan akan membentuk sebuah ruang yang tidak hidup. Secara umum bidang diidentifikasikan dengan dua sisi yang memiliki lebar dan panjang saja. Bentuk ini dianggap sebuah dasar bagi seorang pelukis yang ingin membuat objek sesuai dengan kenyataan.

4. Space atau ruang
raung merupakan elemen tertinggi dari pelukis denagn teknik tanpa melibatkan ornamen tambahan. Ruang akan memberikan kesan hidup pada lukisan. Ruang akan memperlihatkan berbagai sisi bahkan ruang hampa yang ada dantaranya. Luiisan yang sudah menggunakan ruang akan menjadi lukisan karya menengah.

5. Color atau Warna
Denagn menggunakan warna maka lukisan akan terlihat lebih indah, bentuk yang lebih nyata dan wujud dari sebuah benda. Warna terbagi menjadi warna primer yang merupakan warna dasar tanpa campuran, seperti warna putih, merah, dan biru, serta warna sekunder yang merupkan warna campuran yang terdiri dari warna camuran tingkat pertama yakni hijau, jngga dan ungu. Selanjutnya ada warna analogus yakni, misal gardasi antara hijau ke kuning dan warna komplementer yang dibuat seperti gradasi dengan warna yang agak jauh dan melingkar, contohnya kuning sampai ungu dan beralih ke merah Indera

– Unsur Non Visual

Unsur ini lebih pada pengembangan sang pelukis. Unsur ini dapat dipelajari akan tetapi hasilnya akan berbeda pada setiap orang. Unsur ini terbagi menjadi:

1. Imajinasi
Melukis ialah menggambarkan sebuah gambar didalam sebuah media yang lebih kecil. Bukan hanya objek yang dibutuhkan akan tetapi imajinasi juga dibutuhkan untuk melukis. Setiap orang memiliki imajinasinya sendiri – sendiri dan akan berkambang dengan berbeda – beda. Imajinasi daat dianggap sebagai gambaran atau khayalan yang dibuat oleh pemikir yang dapat menggambarkan hal yang pernah dilihat atau yang belum dilihat. hal in dianggap penting dan mahal terutma ketikan sudah menjadi sebuah gambar atau lukisan.

2. Pandangan Hidup Atau Pengalaman
Karya lukis mungkin ada dalm satu aliran akan tetapi jenis penggambarannya berbeda. Ini terkait dengan hidup sang pelukis dan pengalamannya. Sebuah objek akan terlihat berbeda jika dilukis oleh dua orang dengan sisi menggambar yang berbeda. Misal sebuah gelas akan dilukis sebagai gelas kosong sesuai dengan realita namun pelukis lain akan melukiskannya diatas meja bersama dengan piring dan lainnya diatas meja makan. Itu semua tergantung dari pandangan hidup dan pengalaman yang melukis. Hal tersebut dianggap mahal dan tidak semua orang dapat melakukannya.

3.Konsep
Dalam melukis konsep dikatakan cukup diperlukan karena konsep merupakan sketsa awal dalam menggambar. Akan tetapi ada beberapa pelukis yang menagku bahwa Ia tidak memiliki konsep dalam melukis dan mereka akan menggambar dengan spontan. Akan tetapi jika aliran sudah jelas dan objeknya sudah jelas maka Ia akan menggunakan konsep agar hasil lukisan lebih baik dan matang.

4. Sikap Estetik dan Aristik
Kedua sikap ini dianggap paling penting karena tidak semua orang bisa merasakannya. Sebuah karyaseni yang bagus akan tetapi tidak disertai dengan pandangan dan sikap yang menunjukan bahwa karya itu indah akan menjadikan karya tersebut tidak akan dipandang dan sang pelukis tidak dikagumi oleh oarng lain.

Baca Lainnya: